•  
  • MENEBAR HIKMAH, MENUAI HIDAYAH
Sabtu, 26 Februari 2011 - 14:19:50 WIB
Membangun Spirit Dakwah
Diposting oleh : admin
Kategori: Opini - Dibaca: 318 kali

Oleh: Mustaghfiri Ramadhan*

 

Islam adalah agama yang sempurna. Didalamnya terkandung system hidup yang menerangkan berbagai pengajaran yang menuntun manusia dalam menemukan harmoni dalam hidupnya. Tidak untuk manusia saja, tumbuhan, hewan, bahkan alam semesta  akan menunjukan harmoni ketika Islam menjadi system hidup yang menyeluruh.

Kesempurnaan Islam mencakup segala aspek kehidupan; aspek individu, aspek sosial, politik, ekonomi, kesehatan, ilmu pengetahuan dan teknologi,  yang diatur sedemikian dalam siklus rotasi kehidupan yang sempurna. Islam menerangkan tentang system tata surya dalam Al Qur’an, ia juga menerangkan tentang kejadian mahluk, menerangkan tentang hari kiamat, menerangkan tetang hujan, menerangkan tentang hukum bermasyarakat, menerangkan tentang mawaris, dan lain sebagainya. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan umat, akhlaq dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran. Ia adalah aqidah yang lurus, ibadah yang benar, tidak kurang tidak lebih

“Pada hari ini,telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah 5: 3)

Allah telah menjamin kesempurnaannya, dan akan menjaga keasliannya hingga akhir zaman, melalui hamba-hamba-Nya yang sholeh Dia hantarkan kejayaan Islam dimuka bumi.

Maka dengan tabiatnya inilah konsepsi kesempurnaan Islam ini harus diterapkan di seluruh Bumi, yaitu oleh mereka para tentara Allah, yaitu yang tergerak hatinya untuk menerima ajaran Islam sampai pada titik kesadaran untuk bergerak dalam realitas berkubang dengan persoalan kehidupan untuk menyampaikan risalah Nubuwah. Itulah sebuah keyakinan terhadap kesempurnaan Islam.

Bukanlah iman jika hanya terbersit dalam hati, dan terlontar oleh lisan. Sikap dan perbuatan adalah kunci utama membuka eksistensi iman.  Berbekal keyakinan terhadap kesempurnaan Islam itulah seorang muslim menempa diri menjadi pribadi muslim yang mulia disisi Allah, menyeru manusia pada jalan kebenaran yang sesungguhnya, merengkuh belitan rimba kehidupan yang ganas demi bertemu dengan Tuhannya.  Setapak-demi setapak ia sampaikan kepada manusia, banyak yang mengejeknya, menghinakan, dan menghambat bahkan mengancamnya, namun ia tetap tegar. Maka  tapi tak sedikit pula yang menerima ajakannya. Siapakah yang tak ingin dibalas dengan Unta Merah, serta jannah atas usaha seorang muslim di Jalan Allah? Ia menghilangkan keraguan, meneguhkan hati memantapkan langkah demi cita-cita mulia, kemenangan Islam.

Betapa banyak hati yang tertidur disaat kaum muslimin sedang didera luka, betapa banyak hasrat yang medekam dikala musuh-musuh Islam kian rakus meng-Adidaya Dunia, betapa banyak tangan-tangan yang menganggur ketika Peradaban manusia dicabik buas nafsu syahwat!!

Mereka yang tertidur hatinya, mereka yang mendekam hasratnya, mereka yang tak berfungsi tanganya  adalah jiwa-jiwa yang terbuai, merekalah yang terkena penyakit wahn. Kita perlu mengingatkan mereka dari keterbuaian itu, kita perlu menyembuhkan mereka dari penyakit itu. Tidak ada perselisihan ataupun persinggungan, sebab kita telah satu dalam aqidah dan keimanan kepada Allah SWT. Wallahua’lam bish shawwab.

*Penulis adalah Ketua I UKKI Jamaah Al Mujahidin UNY



2 Komentar :

ida
12 Maret 2011 - 00:03:08 WIB

siip! :)
M. Kh. Siddiq
17 Maret 2011 - 16:41:12 WIB

Semuanya Berawal dari keimanan...

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)