Selasa, 10 Agustus 2010 - 00:07:43 WIBRumah-Rumah Sakit di Gaza Umumkan Keadaan Darurat
Diposting oleh : admin
Kategori: Dunia Islam - Dibaca: 328 kali

Gaza City -
Rumah-rumah sakit di Gaza hari Ahad mengumumkan keadaan darurat
menyusul terhentinya stasiun pembangkit listrik satu-satunya sehari
sebelumnya.
Direktur
pelayanan ambulan dan gawat darurat, Muawiyah Hassanein,
memperingatkan potensi bencana kemanusiaan sebagai dampak dari ketiadaan
listrik yang diakibatkan oleh tidak adanya BBM. Ia memperingatkan juga
kemunduran yang parah di bidang pelayanan kesehatan, khususnya di
rumah-rumah sakit anak-anak, bangsal-bangsal bersalin, ICU bagi pasien
yang membutuhkan dialisis dan bayi-bayi prematur dalam inkubator.
“Sektor
kesehatan bersandar pada generator…Jika listriknya dihentikan
walaupun hanya lima menit, akan menyebabkan puluhan orang meninggal,
termasuk anak-anak dan para pasien yang sedang kritis di ruang operasi,”
ungkap Hassanein.
“Generator,
yang biasa dipakai di Jalur Gaza karena pemadaman bergilir, membutuhkan
pemeliharaan dan perawatan terus-menerus,” lanjutnya.
Hassanein
menambahkan bahwa rumah-rumah sakit mulai menerima puluhan pasien sejak
matinya listrik, karena di rumah mereka tidak bisa lagi menghidupkan
mesin-mesin tabung oksigen dan peralatan medis lainnya.
Hassanein mengatakan bahwa sejak 2008, 142 orang penduduk Gaza meninggal dunia karena kecelakaan yang terkait dengan generator.
Tenaga
pembangkit listrik terhenti beroperasi dikarenakan ketiadaan BBM. Di
bawah “peraturan” baru pemerintah Gaza diharuskan mengumpulkan
pembayaran rekening listrik dan mengirimnya secara tunai kepada Otoritas
Palestina (Otoritas Mahmoud Abbas), yang uang itu kemudian dibayar ke
Israel yang dari sana BBM dikirimkan.
Pihak
PLN Gaza menyatakan bahwa menteri keuangan otoritas Palestina di
Ramallah tidak menyetor pembayaran listrik Gaza ke Israel padahal para
pejabat di Ramallah-lah yang mendesak pihak PLN Gaza agar lebih keras
usahanya untuk mengumpulkan pembayaran rekening listrik.
Pemerintah
Gaza menyebut angka pengangguran mencapai 50%, dan otoritas Palestina
akan memotong 25% dari gaji penduduk Gaza. Dengan tindakan otoritas
Palestina itu menjadi makin banyak faktor yang membuat hampir mustahil
untuk bisa mengumpulkan pembayaran yang cukup supaya pembangkit listrik
tetap beroperasi.
Ini untuk yang ketiga kalinya dalam tahun ini pembangkit listrik terpaksa tutup dikarenakan ketiadaan BBM. [*/EZ/ Ma’an/ Sahabat Al-Aqsha]

- PM Palestina Undang SBY ke Gaza
- Ahmadinejad: Gaza Akan Jadi Kuburan Israel
- Gelombang Solidaritas untuk Palestina
- Demo Kecam Israel Warnai Ibukota
- Michael Heart "Song for Gaza"
iDa_941
10 Agustus 2010 - 02:15:03 WIB
ISRAELLLL.......!!!!!
lelah untuk berkomentar padanya
semoga Allah memberikan kekuatan, iman, islam dan iltizam para hamba-hamba Nya di Palestina,,,
di gaza,,,
salam cinta dan rindu,,,,dari Indonesia,,,di jogjaNya...
Isi Komentar :

Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 