Sabtu, 07 Agustus 2010 - 14:57:49 WIBHendra Sugiantoro dan Zen Muhammad Alfaruq, Pembicara Kapita Selekta Jurnalistik FMIPA
Diposting oleh : admin
Kategori: Kampus - Dibaca: 532 kali

Ialah Hendra Sugiantoro sebagai pembicara pertama. Dalam Kapita Selekta Jurnalistik kali ini, Pak Hendra (begitu biasanya beliau disapa) menyampaikan tentang pentingnya menulis. Ia menunjukkan bahwa tulisan dapat mempengaruhi, yaitu dengan memberikan selembar kertas bertuliskan “MABA BERDIRI”. Para MABA yang membaca tulisan tersebut lantas segera berdiri tanpa diminta secara lisan. Jumlah MABA yang berdiri dari membaca tulisan tersebut mencapai setengah jumlah MABA yang ada di ruangan. Demikianlah cara direktur Trans-F ini menunjukkan bahwa dengan tulisan, kita dapat mempengaruhi seseorang bahkan banyak orang. Pak Hendra juga menyampaikan bahwa Benyamin Franklin pernah mengatakan, “Berilah aku 26 serdadu, maka aku akan menaklukkan dunia”. Yang dimaksud 26 serdadu itu adalah huruf A sampai Z. Napoleon Bonaparte bahkan lebih takut dengan senjata yang bernama pena daripada senjata meriam, begitu penuturannya berapi-api. Ia juga menjelaskan bahwa dalam agama Islam, Allah bersumpah atas dua hal, yaitu kalam/pena dan apa yang mereka tuliskan (mereka itu adalah malaikat yang mencatat, para penulis wahyu dan manusia). Demikianlah kekuatan tulisan hingga Allah bersumpah atasnya. Ia juga menjelaskan bahwa jurnalistik adalah tulisan yang dipublikasikan. Sebab, tanpa dipublikasikan, tulisan tidak akan mempengaruhi orang. Menurutnya fungsi menulis antara lain mengikat ilmu, menyampaikan ilmu, mengajak pada kebaikan, mencegah dari kemungkaran dan mempertebal keimanan.
Selanjutnya pembicara kedua adalah Zen Muhammad Alfaruq. Dalam presentasinya ia mengangkat tema MENULISLAH. Agar lebih interaktif, Zen membuka tanya jawab lewat SMS. Ia mempersilahkan para MABA untuk bertanya lewat SMS karena mungkin para MABA sudah ingin bertanya. Selama presentasinya ia lebih banyak menjawab pertanyaan yang masuk di inbox ponselnya. Dalam presentasi ia menampilkan halaman facebook, twitter dan blog miliknya . Menurutnya menulis itu tidak harus menulis artikel, opini atau sesuatu yang sulit, namun bisa dimulai dengan menulis status di facebook atau twitter. Jika dalam menulis status kita sudah sepenuh hati, mungkin saja tulisan pendek kita itu dapat menginspirasi orang lain. Menurutnya pula, untuk mendatangkan ide dan menulis, kita perlu membaca, kemudian menghargai sekecil apapun ide itu. Tidak jarang ide kecil kita ternyata sudah ditulis orang lain karena kita terlalu lama dalam menuliskannya. Sekecil apapun ide itu, kita sebaiknya segera menuliskannya. Tidak jarang ide-ide kecil bisa menjadi sesuatu yang besar. Mahasiswa Biologi UNY tersebut juga menjelaskan alasan kenapa kita harus menulis, antara lain:
- Menghasilkan pahala
- Menghasilkan uang
- Dokumentasi perjalanan pemikiran kita
- Menginspirasi orang lain dalam kebaikan
- Bertukar pikiran dengan pembaca
- Aktualisasi diri= aku menulis maka aku ada
- Katalis pembelajaran
- Warisan nilai
Saat diskusi pun para MABA sangat antusias bertanya. Acara kapita selekta ditutup dengan pemberian hadiah kepada tiga orang penulis artikel terbaik dan tiga orang penanya terbaik. (*/)

- Patrick versus Captain Tsubasa di Display UKMF MIPA
- Keprofetikan dan Keteknikan
- PARMA dan Display UKM di FT
- Hubungan Antara Pendidikan Profetik dan Biologi
- Hari Keempat di FBS
Isi Komentar :

Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 