Kamis, 15 Oktober 2009 - 17:42:16 WIBRekam Jejak 17 tahun UKKIDiposting oleh : adminukki
Kategori: Jurnalistik
- Dibaca: 252 kali
Unit Kegiatan Kerohanian Islam
atau biasa disingkat dengan UKKI, Jamaah Al Mujahidin UNY tepat kemarin pada
hari Selasa, 29 September 2009 telah memasuki umur ketujuh belas. Bagi
seseorang umur 17 adalah dimana orang itu sedang mengalami masa kedewasaan
lebih
, masa dimana jatidiri mulai
dimatangkan. Namun, bagi sebuah organisasi umur tersebut bukanlah baru menuju
kedewasaan, karena kedewasaan itu sendiri bagian dari isyarat yang mesti
berlaku dalam organisasi. Menarik benang sejarah perjalanan panjang UKKI,
banyak mengisahkan pelajaran berharga bagi kita semua. Diawali dari awal tahun
90an, melihat keadaan kampus pada waktu itu sangat kering akan aktivitas
keislaman sehingga terbesit sebuah gagasan dari beberapa mahasiswa, bagaimana
semestinya ada aktivitas keislaman di dalam kampus. Akhirnya keprihatinan
tersebut lantas dimulai dari membentuk kelompok kecil yang terdiri dari
beberapa orang saja, dengan segala bentuk keterbatasan dan tantangan pada waktu
itu. Keberadaan kelompok ini berada dalam naungan Takmir Masjid Al Mujahidin.
Untuk memperjelas kinerja, lantas disusunlah sebuah struktur layaknya
organisasi secara normal. Tahun 1992 sampai 1994 adalah dikenal sebagai upaya
perintisan serta pemantapan akan legalitas kelembagaan. Secara formal, tepatnya
29 September 1992 diakui bahwa lembaga ini telah resmi menjadi bagian dari
inventarisasi lembaga kegiatan mahasiswa di bawah SK Rektor. Sehingga
tanggal tersebut ditetapkan sebagai waktu lahirnya UKKI.
Figur penting yang muncul pada periode tersebut
adalah Sutriyono, Umar serta Suparman. Mereka inilah para leader di waktu itu. Pengelolaan
lembaga serta pemberdayaan sumber daya yang ada menyebabkan organisasi ini
mengalami peningkatan. Terlebih pada ranah Sumber Daya Pendukungnya. Hal ini
menjadi fokus garap periode 1994 hingga 1996.
Cakupan kampus yang tidak
sempit, karena ada beberapa fakultas, menyebabkan organisasi ini membutuhkan
cara baru untuk menjangkau setiap sudut kampus, akhirnya pengembangan gerak
terus dilakukan dengan
upaya
yang tepat dan strategis, maka berkisar tahun 1996-2000 munculah SKI (Sie
Kerohanian Islam) atau dalam formal birokrasi adalah sebagai UKMF, yang menjadi icon organisasi islam
untuk tingkatan fakultas. Adanya SKI ini
membantu kinerja UKKI dalam mengcover tiap wilayah fakultas dengan
agenda-agenda keislaman. Tahun 2000-2002 profesionalisme lembaga dan
optimalisasi peran pengurus sangat diutamakan, masalah kesejahteraan pengurus
mulai diperhatikan lebih, hingga agenda pelayanan kepada ummat menjadi
kebiasaan yang tidak boleh dilupakan. Hal ini terus menyebabkan SDM yang ada
semakin berkualitas. Semakin bertambahnya umur UKKI, menyebabkan
jangkauan gerak UKKI sudah harus melebarkan sayap,
mulai menekuni pembangunan jejaring dengan pihak
di luar organisasi itu sendiri, salah satunya
jaringan FSLDK (Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah
Kampus) yang akhirnya
merupakan
bagian tidak terpisahkan dengan UKKI, dengan kata lain UKKI menjadi bagian dari
FSLDK. Baik tingkat daerah maupun nasional. Hingga UKKI mendapat amanah peran
dan posisi strategis dalam jejaring tersebut. Begitu pula intensitas dengan
rektorat maupun lembaga lain terus digiatkan sampai tibalah mencapai umur
tujuhbelas tahun perjalanan seperti sekarang ini. Sutrisno (FT), Ari Wahyono
(FT), Agus Santoso, Ikhsan Triyono (FT), Ardiyansyah (FT), Zainal Arifin
(FT), Dwi Susanto(FBS) adalah leader yang pernah memegang kendali organisasi
UKKI era 2000 hingga 2008 ini. Cover Story UKKIpun mengalami 4 kali perubahan nama, dimulai ketika awal dulu
dengan nama Takmir masjid Al Mujahidin IKIP Negeri Yogyakarta, kemudia berganti
Unit Kerohanian Islam, UKKI Jamaah Al Mujahidin IKIP Yogyakarta hingga UKKI
Jamaah Al Mujahidin UNY sampai sekarang ini. Begitulah UKKI dalam history perjalanan
panjangnya.
Kini umur UKKI yang sudah
mencapai angka 17 tetap berupaya menjaga konsistensinya terhadap peran dan fungsinya,
keadaan lingkungan yang terus berkembang dan berubah menyebabkan organisasi ini
pun tidak mau ketinggalan zaman. Upaya melejitkan potensi UKKI terus
ditumbuhkembangkan dari banyak sisi. Baik pada ranah sumber daya pendukungnya
maupun ruanglingkup yang menjadi medan gerak UKKI. Keberadaan UKM bidang khusus
dalam hal ini adalah UKKI telah banyak mendapat apresiasi positif baik dari
birokrasi, mahasiswa, maupun elemen lainnya, dikarenakan sikap dan aktivitas
UKKI yang sedikit banyak membantu upaya perubahan di kampus secara khusus dan
masyarakat luas secara umum. Memang demikianlah keberadaan UKKI di panggung
realitas kampus UNY ini. Mau tidak mau harus mengoptimalkan diri dalam hal
pelayanan kepada ummat, pembinaan terhadap setian insan, hingga merealisasikan
nilai-nilai religiusitas kepada khalayak ummat baik di dalam kampus maupun di
luar kampus, dengan jargon setia Tiada Kemuliaan Tanpa Dengan Kesungguhan.
Hal inilah yang menyebabkan UKKI tetap senantiasa dirindukan para mahasiswa. Allahu A'lam

1 Komentar :
zen
^^d
Isi Komentar :