Selasa, 01 September 2009 - 07:25:23 WIB Di Antara Handphone dan Buku Diposting oleh : adminalishlah
Kategori: Opini
- Dibaca: 134 kali
Oleh Eko Rizqa S. (Mahasiswa Pendidikan Geografi FISE UNY) Zaman berputar cepat. Perkembangan teknologi menghasilkan inovasi-inovasi tak terbayangkan. Membawa manfaat dan kadang juga membawa mudharat. Terkadang juga membawa perubahan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan kita Salah satu hasil teknologi yang hampir semua orang mengunakannya adalah handphone. Diamana-mana kita akan melihat orang membawa handphone demi menunjang aktivitas mereka.. Ditaruh di saku celana, digantungkan di leher, di masukkan tas bahkan ada yang selalu mengegemnya seolah-olah barang tersebut sudah dilem di tangan. Kalau ditanya tentang manfaat tentu semua orang akan satu suara mengatakan alat ini bermanfaat. Namun pernahkah kita sejenak memperhatikan, manfaat yang ada telah menjadi candu bagi bnayak orang. Ya, HP telah menjadi candu bagi diri kita. Kadang kita gelisah kalau sehari saja tidak mendapat SMS. Kadang juga kita sok sibuk memencet tuts tuts tombol tanpa arti padahal tidak ada pesan yang masuk maupun ynag hendak dikirimkan. Sekarang coba perhatikan aktivitas kita saat hendak tidur dan bangun tidur. Seringkali melihat teman kita tertidur sambil mendekap alat komunikasi ini erat-erat di tangaannya seakan tak mau sekejappun mau kehilangan. Nah, saat bagun tidur apa yang pertmakali dilakukan. Dahulu mungkin aktivitas pertama adalah melihat jam atau langsung membersihkan diri. Namun sekarang, apa yang dilakukan. Ya, mengambil handphone dan melihat ada pesan/ telepon yang masuk atau tidak. Sekarang kita bandingkan jika kecanduan handphone ini diganti dengan kecanduan membaca. Tentu saja alat yang diperlukan adalah sebuah buku. Bayangkan betapa banyak ilmu dan informasi yang diperoleh seandainya kebiasaan membaca menjadi budaya kita. Kita akan merasa tidak tenang jika sehari belum membaca. Kita juga menjadikan buku sebagai teman setia pengisi waktu kosong daripada berasyik ria memencet tombol handphone yang menguras banyak pulsa. Apalagi jka kita mengetahui jika masyarakat Indonesia masih jauh ketinggaaln dibanding negara lain dalam hal konsumsi buku. Data menunjukkan semakin maju suatu negara akan diimbangi juga dengan konsumsi buku yang semakin banyak juga. Mungkin ini juga penyebab Indonesia masih ketinggalan juga dengan negara lain. Miris memang, kita lebih banyak memmbelanjakan uang untuk membeli pulsa daripada membeli buku. Nah sekarang pilihan masing-masing untuk memilih kecanduan membaca atau kecanduan handphone. Dan seharusnya kecanduan membacalah yang kita pilih. Selamat Membaca!
*Penulis adalah Kabid Media UKMF JM AL ISHLAH FISE UNY *tulisan ini pernah dimuat di SKH Kedaulatan Rakyat, Edisi 5 Agustus 2009