Selasa, 25 Agustus 2009 - 17:22:45 WIBMencari Spirit Ramadhan di KampusDiposting oleh : adminukki
Kategori: Keislaman
- Dibaca: 80 kali
Oleh: Sigit Setyawan (Ketua UKKI Jama'ah Al-Mujahidin UNY 2009)Bulan Ramadhan yang banyak dinanti kaum muslimin akhirnya kembali hadir di tengah-tengah kita. Kehadiran bulan Ramadhan semestinya menjadi keharusan untuk disyukuri oleh semua umat Islam. Apalagi kita yang masih diberikan kesempatan untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan. Telah diketahui banyak orang, Ramadhan adalah bulan yang paling mulia dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Ada banyak keunikan manakala Ramadhan hadir di tengah-tengah kita. Semisal saja, bisa dilihat ketika Ramadhan masjid akan selalu ramai dipadati oleh jama'ah sholat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Tidak hanya sholat saja, namun berbagai aktifitas keislaman lainnya begitu sangat tampak jelas. Masjid dalam hal ini selalu dijadikan sebagai pusat dari segala aktifitas.
Nuansa Ramadhan sudah selayaknya selalu bergaung di mana saja. Termasuk salah satunya adalah di kampus. Terlebih dalam hal ini adalah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Melihat kondisi fisik bangunan Masjid Al Mujahidin yang sedang direhab, bukan berarti nuansa Ramadhan menjadi hilang. Justru sebaliknya, di situlah menjadi tantangan untuk mencari spirit Ramadhan tersebut. Bagi seluruh sivitas akademika kampus, tentunya menyoal akan Ramadhan harus memiliki arah dan langkah yang jelas dengan menjadikan kampus sebagai ruang amal. Banyak orang juga tahu kalau Ramadhan itu bulan penuh ampunan, bulan penuh kemenangan, dan seterusnya, akan tetapi ketahuannya itu banyak pula yang tidak dilandasi dengan keilmuan yang shahih, sehingga tidak sampai pada tataran sikap amal peningkatan iman dan taqwa. Kampus sebenarnya adalah ruang tindakan yang nyata (space of action), dan komunitas terbesar dalam mengisi ruang tindakan tersebut tidak lain ialah mahasiswa. Biasanya, dari para mahasiswa inilah dinamika Ramadhan di dalam kampus bisa dikelola dengan baik. Khususnya bagi mahasiswa yang aktif mengelola lembaga kemahasiswaan.
Direnovasinya Masjid, bukan berarti spirit Ramadhan menjadi hilang begitu saja. Namun di sinilah tuntutan bagi masyarakat UNY adalah bagaimana menciptakan prestasi di bulan Ramadhan ini. Prestasi yang dimaksud sudah barang tentu adalah prestasi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Cara meraih prestasi itu tentunya dengan melakukan amalan-amalan ibadah kepada Allah, baik secara individu maupun kolektif. Katakanlah ketika berpuasa, jangan memaknai puasa hanya sebatas menggugurkan kewajiban saja, melainkan perlu dimaknai lebih dari itu. Puasa merupakan perisai tangguh bagi seorang muslim dari hal-hal yang sifatnya negatif atau tercela. Sehingga ketika kuliah atau apapun itu, sedangkan kondisinya sedang berpuasa, justru akan memberikan pancaran semangat seorang muslim. Asalkan perilaku tersebut didasari oleh keimanan yang mendalam juga pengharapan akan pahala dan ridha Allah. Konteks lainnya, selama Ramadhan kampus akan dipenuhi dengan agenda-agenda kegiatan yang mengisyaratkan makna Ramadhan. Banyak ragam bentuk seperti kajian, diskusi, penampilan-penampilan potensi, yang kesemuanya ternyata mampu memberi dorongan semangat untuk beramal lebih.
Jika kita mau menengok sejarah ke belakang, banyak contoh hikmah dan peristiwa penting yang sarat akan inspirasi yang pernah terjadi di dalam bulan Ramadhan. Mengambil beberapa benang sampel kejadian di antaranya adalah: pertama, Allah SWT memuji bulan Ramadhan yang terpilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur'an. Yang Al Qur'an itu senantiasa akan menjadi petunjuk bagi manusia antara yang haq dan yang bathil. Sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al Qur'an Surat Al Baqarah ayat 185. Kedua, peristiwa Perang Badar juga terjadi pada bulan Ramadhan. Pada perang inilah kaum muslimin mengalami kemenangan telak terhadap kaum kafir Quraisy. Ketiga, penaklukan Makkah atau sering disebut dengan Fathu Makkah, terjadi pula pada bulan Ramadhan. Masih banyak peristiwa penting dalam sejarah, yang itu terjadi di bulan Ramadhan. Termasuk proses kemerdekaan bangsa Indonesia dalam konteks hitungan bulan Qomariyah juga ditandai pada bulan Ramadhan. Tentunya semua peristiwa tersebut bukanlah bersifat sekedar kebetulan saja terjadi di bulan Ramadhan. Namun, ibrah yang diambil salah satunya adalah spirit yang luar biasa dari umat Islam dan begitu agungnya bulan Ramadhan sehingga mampu memberikan gambaran akan hikmah secara jelas untuk umat Islam terkini. Dari beberapa pemaparan singkat akan berbagai peristiwa dalam bulan Ramadhan yang telah terjadi di masa lampau, jelaslah bahwa Ramadhan bukanlah bulan yang seakan dipandang biasa saja atau bahkan disepelekan. Tinggal kita kontekskan di dalam kampus. Bagaimana perlunya kita hidupkan spirit Ramadhan setiap saat. Memulai dari membuat kebiasaan-kebiasaan amal positif di bulan Ramadhan. Dari kebiasaan itulah yang nantinya akan membentuk diri kita.
Wallahu a'lam.
0 Komentar :
Isi Komentar :